Sutera Emas, Inovasi Bidang Kesehatan Bupati Malang Rendra Kresna

Sutera Emas, Inovasi Bidang Kesehatan Bupati Malang Rendra Kresna

Sutera Emas, Inovasi Bidang Kesehatan Bupati Malang Rendra Kresna

DERETAN puluhan trofi penghargaan dari berbagai instansi, baik dari pemerintah maupun swasta, menghiasi kantor Pemkab Malang. Di antara puluhan trofi tersebut, trofi kesuksesan program Sutera Emas cukup menonjol. Sebab, program Sutera Emas mendapat Otonomi Awards 2013 kategori pelayanan kesehatan. Pada tahun yang sama, Kabupaten Malang juga mendapat penghargaan grand category pelayanan publik.

Sutera Emas merupakan salah satu inovasi bidang kesehatan dari pemerintahan yang dikomandani Rendra Kresna. Program tersebut awalnya dirintis di Puskesmas Kepanjen, Kabupaten Malang, 2004. Program itu merupakan ikhtiar agar kesehatan setiap warga bisa terdeteksi sejak dini. Dengan demikian, belum sampai warga sakit parah, sudah ada tindakan dari tenaga medis.

Pemkab Malang melalui dinas kesehatan membentuk kader kesehatan di setiap RT di seluruh Kabupaten Malang. Berdasar data Pemkab Malang, saat ini sudah ada 14 ribu kader kesehatan yang tersebar di 33 kecamatan. Kader kesehatan bertugas seperti telik sandi yang mencari informasi warga yang mengalami sakit. Sakit apa saja. Termasuk, mendata ibu yang sedang hamil hingga akan melahirkan. Karena sering terjadi di wilayah terpencil, ibu yang akan melahirkan sulit mendapat penanganan yang cepat.

Ketika ada warga yang sakit, kader kesehatan melakukan jemput bola dengan menginformasikan kepada tenaga medis di desa masing-masing. Bisa ke mantri kesehatan, bidan desa, atau perawat di ponkesdes (pondok kesehatan desa). Kader kesehatan itu juga mencari data warga yang terindikasi terkena HIV/AIDS atau penyakit berbahaya lain.

Untuk memberikan informasi kepada tenaga medis, kader kesehatan tidak perlu repot. Sebab, dinas kesehatan telah menyediakan program SMS Gateway di kantor dinkes dan Puskesmas Kepanjen. Setelah informasi itu masuk ke tenaga medis di desa, kader kesehatan bertugas melakukan home visit bersama tenaga medis.

’’Dari sisi kesehatan, kami sudah melakukan terobosan-terobosan yang tidak ada di kabupaten lain. Salah satunya ya lewat Sutera Emas ini,’’ ungkap Rendra.

Dia menyebutkan, program Sutera Emas sangat efektif. Bahkan, berdasar data yang dikantongi, setelah ada program Sutera Emas, tingkat kematian ibu hamil bisa menurun sampai 20 persen. Hal itu disebabkan cepatnya penanganan oleh tim medis setelah mendapat informasi dari kader kesehatan di setiap RT. Bahkan, kejadian luar biasa seperti demam berdarah menurun drastis hingga 40 persen.

’’Saya kira program ini sudah jadi contoh nasional. Banyak kunjungan dari berbagai kota untuk mengadopsi program tersebut,’’ ungkap bupati 53 tahun itu.

Kepala daerah yang dilantik 5 Agustus 2010 tersebut menyadari, dengan luas wilayah hingga 3,5 juta hektare plus medan pegununugan, warga terpencil sulit mendapat akses kesehatan. Jangankan kesehatan, mau pergi ke desa lain saja masih sulit karena akses tidak mendukung.

Nah, sejak adanya relawan kader kesehatan, kekurangan itu bisa dieliminasi. Kader kesehatan juga tidak segan-segan ikut mencarikan alat transportasi bagi warga yang sakit untuk dibawa ke kota.

Kecuali di daerah seperti Kasembon, tepatnya di Desa Pait. Di sana, ketika ada warga yang sakit, kader kesehatan bertugas mengoordinasi warga yang lain untuk membuat tandu untuk mengusung orang yang sakit ke ponkesdes. Sebab, sebagian wilayah di Desa Pait hanya bisa diakses dengan jalan kaki. Desa itu berlokasi di perbukitan yang masih dikelilingi hutan lebat. Sepeda motor cukup sulit untuk lewat apalagi mobil. Untungnya, karena kader kesehatan aktif membantu, warga yang lain guyub membantu jika ada warga yang sakit keras.

Program Sutera Emas kemudian diadopsi Kementerian Kesehatan sebagai program kesehatan nasional dan Puskesmas Kepanjen dinobatkan sebagai puskesmas percontohan nasional dalam bidang surveillance berbasis masyarakat. Selanjutnya, Sutera Emas diperkenalkan secara nasional dalam Exhibition Millennium Development Goals (MDG’s) Award di Jakarta. Program tersebut menjadi program dasar untuk mendukung Extending Maternal and Neonatal Survival (EMAS) yang merupakan program kerja sama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan USAID.

Sumber : http://www2.jawapos.com/baca/artikel/13915/sutera-emas-inovasi-bidang-kesehatan-bupati-malang-rendra-kresna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *