Contra War, Inovasi Andalan Masuk Top 40 Pelayanan Publik

Contra War, Inovasi Andalan Masuk Top 40 Pelayanan Publik

Contra War, Inovasi Andalan Masuk Top 40 Pelayanan Publik

MALANG POST –  Menjelang HUT ke-1258 Kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali meraih prestasi luar biasa. Hal ini menyusul terpilihnya Contra War (Contraceptive For Women At Risk) masuk dalam Top 40 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018. Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo tersebut diserahkan langsung Wakil Presiden, Dr. Drs. H.M. Jusuf Kalla kepada Wakil Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM pada acara Pembukaan International Public Service Forum di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, kemarin pagi. Melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) No. 636/2018, Kementerian PANRB menetapkan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik. Top 40 Inovasi Pelayanan Publik ini merupakan inovasi yang dikategorikan outstanding (terpuji) hasil seleksi dari Top 99. Penilaian kompetisi dilakukan secara independen oleh Tim Evaluasi dan Tim Panel Independen yang berasal dari para akademisi, praktisi, dan pakar pelayanan publik yang kompeten dan memiliki reputasi baik. “Saya mengapresiasi instansi pemerintah yang lolos sampai tahap ini,” jelas Menteri PANRB, Syafruddin.
“Bagi pemerintah daerah yang inovasinya terpilih sebagai Top 40 akan mendapatkan alokasi Dana Insentif Daerah (DID). Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 terdiri dari lima inovasi kementerian, dua inovasi Kepolisian Negara RI, delapan inovasi pemerintah provinsi, 15 inovasi kabupaten, dan 10 inovasi dari pemerintah kota,” urainya. Kemenpar-RB menilai penerapan Contra War mampu menghindarkan kematian sia-sia kepada ibu melahirkan. Tercatat, lebih dari 70 persen kematian ibu akibat karena tidak tahunya penyakit yang dideritanya sebelum hamil sehingga mempengaruhi terhadap bayi yang dikandungnya. Dengan Contra War ini mampu pastikan kondisi ibu hamil stabil hingga selamat saat melahirkan. Bahkan, ketika SDG’s tingkat nasional angka kematian per 100 ribu, Kabupaten Malang sudah dibawah 50. “Inovasi Contra War tidak akan berhasil jika tidak ada dukungan mitranya,” terang Sanusi, sapaan akrab Wabup Malang. “Dinas Kesehatan mempunyai Sutra Emas yang diinisiasi Dr. Hadi Puspita yang juga inisiator Contra War. Kita bersyukur Sutra Emas ini sudah diimplementasi Kementerian Kesehatan sehingga kalau daerah lain ingin menerapkan bisa dikolaborasikan juga dengan Contra War,” ungkapnya. Sebelumnya, Kemenpan-RB mengirim tim independen ke Malang untuk cek langsung dengan berkunjung ke wilayah Kabupaten Malang, Agustus lalu. Kala itu, Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna yang didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, dan dr. Hadi Puspita, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB saat itu menerima tim ini di Peringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang.

Sumber : https://www.malang-post.com/berita/malang-raya/contra-war-inovasi-andalan-masuk-top-40-pelayanan-publik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *